INDONESIA.....
Negeri yang indah akan hamparan pulau-pulau besar, sedang, maupun kecil yang memiliki keindahan masing-masing yang menambah "ke-amazing-an" untuk negeri Indonesia. Dengan banyaknya pulau-pulau di negeri Indonesia ini memberikan kekayaan budaya bagi negeri tercinta ini, mulai dari bahasa, suku, budaya, kebiasaan, dan masih banyak lagi. Pulau-pulau ini pun menyumbangkan keanekaragaman flora dan faunanya yang sangat luar biasanya.
Satu dari sekian ragam budaya Indonesia yang menakjubkan adalah tari tariannya yang beragam. Mulai dari daerah paling ujung barat yaitu daerah Pulau Sabang ke daerah paling ujung timur yaitu Pulau Merauke, masing masing daerah mempunyai kekhasan tersendiri. Sekarang Indonesian terbagi menjadi 34 provinsi.
- ACEH
Tari Saman Tari Saman diciptakan dan dikembangkan oleh seorang tokoh islam bernama Syeh Saman ,beliau menciptakan syairnya dengan menggunakan bahasa arab dan bahasa aceh dengan iringan gerakan –gerakan tangan dan syair yang dilagukan membuat seuasana menjadi gembira, gerakan tepukan dada,tepukan diatas lutut, mengangkat tangan secara bergantian dengan gerakan dan kecepatan yang serasi menjadi ceri khasnya.
Tari Cangklak
Tari memgemalisasikan
perempuan-perempuan cantik gemulai, energik dan sedikit genit dengan berbagai
aksesoris yang dipakai dalam mengelilingi lekuk tubuh anggunnya, serta
pelengkap busana yang senantiasa digunakan dan indetik dengan perempuan seperti
payung, kipas, sapu tangan, perpaduan gerak dan tarian yang laku di aceh dengan
tarian khas melayu dari daerah timur aceh.
Tari Seudati
Seudati adalah perpaduan antara seni
suara dan seni tari. Seni Seudati adalah jenis kesenian yang diciptakan setelah
berdiri masyarakat islam Aceh yang berfungsi sebagai dakwah dan hiburan.
Seudati juga bernama Saman yang berasal kata dari bahasa Arab yang berarti
delapan. Dinamakan saman karena para pemainnya terdiri dari delapan orang yaitu
Syekh dan para pembantunya berpakaian seragam, yaitu celana pantalon hitam atau
putih, baju kaos putih berlengan panjang, di kepala para penari memakai
tangkulok.
- BALI
TARI PENDET
Pendet
merupakan pernyataan dari sebuah persembahan dalam bentuk tarian upacara. Tidak
seperti halnya tarian-tarian pertunjukkan yang memerlukan pelatihan intensif,
Pendet dapat ditarikan oleh semua orang, pemangkus
pria dan wanita, dewasa maupun gadis. Tarian ini diajarkan sekedar dengan
mengikuti gerakan dan jarang dilakukan di banjar-banjar. Para gadis muda mengikuti gerakan dari para
wanita yang lebih senior yang mengerti tanggung jawab mereka dalam memberikan
contoh yang baik.
Para penari yang duduk melingkar tersebut mengenakan kain kotak-kotak seperti papan catur melingkari pinggang mereka. Selain para penari itu, ada pula para penari lain yang memerankan tokoh-tokoh Ramayana seperti Rama, Shinta, Rahwana, Hanoman, dan Sugriwa.
Tari Jauk
apabila ditinjau dari segi teknik gerak tarinya mirip sekali dengan tari Baris.
Tetapi dalam tari Jauk ini penarinya menggunakan topeng Jauk dan gerakan
tarinya bersifat improvisasi. Topeng Jauk selalu berwarna menyala atau putih
serta dengan mata melotot yang penuh pandangan yang tajam sekali. Selain itu
penari Jauk mengenakan sarung tangan yang berkuku panjang. Apabila tari Jauk
dipertunjukkan dalam bentuk drama tari, yang cocok sekali ditarikan dengan tari
Jauk ialah peranan Rahwana dan Bima. Usia tari Jauk kemungkinan besar sama
dengan drama tari topeng yang lahir pada abad ke-XVII.


0 komentar:
Posting Komentar